Skip to main content

Analisis Proses Bisnis : Pemetaan Proses Bisnis

Definisi Proses Bisnis


(Paul Harmon, 2014), (Paula K. Berman, 2014)

Kumpulan proses dan keputusan yang berkaitan secara logis dan terukur yang diperlukan organisasi untuk menghasilkan produk dan/atau jasa yang bernilai tambah, yang dimulai dari rangkaian proses penerimaan masukan sumber daya perusahaan (SDM, energi, bahan, uang, jasa, dsb), kemudian rangkaian proses untuk mentranformasikan masukan tersebut menjadi keluaran (produk dan/atau jasa) yang bernilai tambah bagi kebutuhan stakeholder kunci perusahaan (customers, karyawan, pemegang saham, masyarakat), rangkaian proses pemasaran & penjualan produk, sampai dengan rangkaian proses untuk menghantarkan produk dan/atau jasa kepada stakeholder kunci tersebut. Proses di sini dibentuk dari rangkaian aktivitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk dan/atau jasa yang bernilai tambah.

Rantai Nilai

(Michael Porter, 1990 dan Michael Hammer, 1990)

Menggambarkan semua proses yang digunakan oleh sebuah organisasi untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa yang bernilai bagi kumpulan konsumen yang spesifik.


Prosedur Kerja dan Instruksi Kerja

(Paula K Berman, 2014)
  • Prosedur kerja : menggambarkan cara untuk melakukan sebuah proses atau rangkaian aktivitas yang dibakukan dan didokumentasikan.
  • Instruksi kerja : menggambarkan rincian proses atau aktivitas yang dijelaskan dalam sebuah prosedur kerja.
Tahapan Utama Pemetaan Proses Bisnis
  1. Komitmen direksi
  2. Penentuan tim pemetaan proses bisnis dan metodologi
  3. Workshop dan sosialisasi
  4. Pemetaan proses bisnis
Manfaat Proses Bisnis
  • Untuk memahami bagaimana proses bisnis organisasi yang baku untuk mencapai misi dan tujuan-tujuannya, melalui aliran informasi diantara aktivitas-aktivitas yang diperlukan dalam rangka menciptakan nilai tambah bagi stakeholders kuncinya.
  • Untuk mengidentifikasi dan melakukan penilaian secara komprehensif dan terpadu bagian- bagian proses atau aktivitas yang memberi atau tidak memberi nilai tambah bagi organisasi.
  • Untuk merumuskan penyempurnaan-penyempurnaan (continous improvement) terhadap jalannya proses bisnis organisasi.
Proses Bisnis Sebagai Rujukan ...
  1. Dasar untuk melakukan audit proses dan menata ulang organisasi
  2. Dasar untuk merumuskan jenis kemampuan/kompetensi yang dibutuhkan
  3. Dasar untuk merumuskan aliran knowledge, informasi, dan data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dan tindakan
  4. Dasar untuk merumuskan target kinerja yang perlu dikendalikan
  5. Dasar untuk merumuskan mana saja rangkaian aktivitas yang perlu dialih-dayakan (outsourcing)
  6. Dasar untuk merumuskan besar biaya & anggaran yang diperlukan
  7. Dasar untuk menyusun SOP (Standard Operating Procedure)
  8. Dasar untuk mengelola risiko
Prinsip Pemetaan Proses Bisnis
  1. Petakan proses bisnis inti level nol
  2. Petakan proses bisnis penunjang level nol
  3. Petakan proses bisnis inti level 1, 2, 3, dan seterusnya
  4. Petakan proses bisnis penunjang level 1, 2, 3, dan seterusnya
Metode Pemetaan Proses Bisnis
  1. Process understanding
  2. Process mapping
  3. Role mapping
  4. Report
Proses Bisnis Level 0 Pada Suatu Perusahaan Minyak


Contoh Proses Bisnis Level 0 Dan 1 Sistem Transmisi Ketenagalistrikan


Sub-Proses Bisnis di Perusahaan Telekomunikasi

Sub-proses bisnis mengelola keuangan minimal ada 8 : 
  1. Menentukan pendapatan
  2. Menentukan aktiva tetap
  3. Menentukan persediaan
  4. Menyusun laporan keuangan
  5. Mengelola perpajakan
  6. Mengelola investasi/divestasi
  7. Melakukan perbendaharaan
  8. Menentukan beban operasi
Sub-proses bisnis menentukan pendapatan
  1. Mengelola proses aktivasi
  2. Melakukan pemeliharaan
  3. Melakukan pemrosesan
  4. Melakukan penagihan
  5. Mengelola pengakuan pendapatan
  6. Melakukan klaim
  7. Melakukan restitusi Mengelola penyisihan
Sub-proses bisnis aktiva tetap :
  1. Mengelola pengajuan pengadaan barang & jasa 
  2. Melakukan pengawasan
  3. Melakukan penerimaan barang/jasa 
  4. Melakukan pengawasan kontrak 
  5. Mengelola pengakuan dan pencatatan
  6. Melakukan inventarisasi
  7. Melakukan penanganan aktiva tidak produktif 
  8. Melaukan penghapusan dan pengalihan 
  9. Melakukan mutasi aktiva tetap
  10. Mengelola kapitalisasi beban 
  11. Menghitung penyusutan
Definisi Peran/Akuntabilitas
  • Peran APPROVAL (A) diartikan sebagai pihak yang mempunyai hak untuk memutuskan atau memveto, memberi persetujuan atau menerima laporan pertanggung jawaban terhadap status kemajuan pelaksanaan suatu proses bisnis.
  • Peran RESPONSIBLE (R) diartikan sebagai pihak yang mengeksekusi suatu proses bisnis
  • Peran SUPPORT (S) diartikan sebagai pihak yang wajib menyediakan sumber daya fisik dan material untuk menunjang terwujudnya peran A, R, S (lainnya), C, dan I
  • Peran CONSULT (C) diartikan sebagai pihak yang wajib mendukung dengan keahlian/kompetensi teknis tertentu dan terjadi hubungan komunikasi dua arah dengan pihak yang dibantu.
  • Peran INFORMED (I) diartikan sebagai pihak yang membutuhkan atau menggunakan hasil suatu proses bisnis
  • Peran JOINT RESPONSIBILITY (JR) diartikan sebagai pihak-pihak yang mengerjakan/mengeksekusi suatu sub-proses bisnis atau sub-sub proses bisnis .
DO vs DON'T

Comments

Popular posts from this blog

PROGRAM PUSTAKA ADT MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

  Program Antrian Pembelian Tiket Pesawat Berikut ini merupakan contoh program Pustaka ADT pada bahasa pemrograman java menggunakan Queue dan juga Linked List: Source Code 1. Class appAntrianTiket import java.util.Queue; import java.util.LinkedList; import java.util.Scanner; public class appAntrianTiketPesawat { public static void main(String[] args) { int bagasi;     int hargaTiket=700000;     int hargaBagasi=4400;     String noAntrian,nama,bandaraAsal,bandaraTujuan; Queue q = new LinkedList(); Scanner s = new Scanner(System.in); int pilih=0; do { System.out.println("\nMENU PEMBELIAN TIKET PESAWAT");         System.out.println("1. Ambil nomor antrian");         System.out.println("2. Panggil antrian");         System.out.println("3. Daftar antrian");         System.out.println("4. Keluar");         System.out.print("...

PROGRAM DOUBLE LINKED LIST MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

    Program Double Linked List Barang Berikut ini merupakan contoh program double linked list dengan bahasa pemrograman java untuk penyimpanan data barang: Source Code 1. Class cNode public class cNode { private String kode; private String nama; private int harga; cNode next, prev; cNode(String kd, String nm, int hrg){ kode=kd; nama=nm; harga=hrg; next=prev=null; System.out.println("Object "+kd+" "+nm+" "+hrg+" dibuat..."); } public String getKode() { return kode; } public String getNama() { return nama; } public int getHarga() { return harga; } public String ToString() { return "["+kode+"]"+"\t"+nama+"\t"+harga; } } 2. Class cDoubleLinkedList public class cDoubleLinkedList { cNode head, tail; int jNode; cDoubleLinkedList(){ head=tail=null; jNode=0; System.out.println("Object Double Linked List dibuat..."); } public void tambahN...

PROGRAM STACK SINGLE LINKED LIST MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

  Program Stack Single Linked List Barang Berikut ini merupakan contoh program stack dengan single linked list menggunakan bahasa pemrograman java untuk penyimpanan data barang: Source Code 1. Class cElemen public class cElemen { private String nama; cElemen next; cElemen(String n){ nama=n; System.out.println("Object "+n+" created..."); } public String getNama() { return nama; } } 2. Class cStack public class cStack { //head dan tail cElemen top, bottom; int jumlah; cStack(){ top=bottom=null; jumlah=0; System.out.println("Object stack created..."); } public void push(cElemen baru) { if(top==null) { top=bottom=baru; } else { //tumpukan sudah ada isinya baru.next = top; top = baru; } System.out.println("Push OK..."); } public cElemen pop() { if(top==null) { System.out.println("Stack empty!"); return null; } else if(top.next==null) { cElemen t...